pasti deh kalo pernah ke resoran jepang kita sering di suguhi teh hijau atau ocha hangat... bukan karna harganya murah loh... tapi teh ini merupakan penghancur lemak alami yang palling baik. jadi, setelah makan enak berlemak mari kta mnegurangi "dosa" dengan menyesap teh hijau hangat ini....
kalau kita sayang sama kake nene kita, maka wajib nih kalian suguhkan teh hijau kepada mereka... soalnya penelitian menunjukan orang tua yang minum teh hijau minimal 2 cangkir sehari, maka kadar kepikunan akan berkurang ... hal ini berhubungan dengan kandungan anyi oksidan dalam teh untuk melawan radikal bebas yang dapat merusak saraf otak..
belive it or not, teh hijau ternyata juga bisa dipakai obat p3k ! kalau tangan kita teriris,terbakar atau tersengat lebah, maka segera seduh teh hijau, celupkan cotton pad, lalu oleskan ke daerah luka. solanya, teh merupakan antiseptik alami yang bisa meredakan rasa gatal dan pembekakan.
Minggu, Februari 06, 2011
Sabtu, Februari 05, 2011
Definisi Puting Beliung
Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung 5-10 menit akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (Cb).
Gejala Awal Puting Beliung
• Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
• Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
• Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
• Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
• Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
• Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.
Proses Terjadinya Puting Beliung
Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb)
Fase Tumbuh
• Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
Fase Dewasa/Masak
• Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).
Fase Punah
• Tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.
Karakteristik Puting Beliung
• Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
• Kehadirannya belum dapat diprediksi.
• Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
• Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
• Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
• Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah
Gejala Awal Puting Beliung
• Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
• Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
• Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
• Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
• Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
• Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.
Proses Terjadinya Puting Beliung
Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb)
Fase Tumbuh
• Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
Fase Dewasa/Masak
• Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).
Fase Punah
• Tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.
Karakteristik Puting Beliung
• Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
• Kehadirannya belum dapat diprediksi.
• Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
• Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
• Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
• Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah
Langganan:
Komentar (Atom)